Ibu Nancy (nama samaran) mungkin bisa disebut ibu yang
tidak adil dan bahasa kasarnya ialah durhaka pada anak. Ibu Nancy
mempunyai anak sulung yang bernama Joni (nama samaran), hidup Di sebuah
kota besar dan kota pendidikan yang padat penduduknya ternyata masih ada
orang tua yang durhaka pada anak-anak nya.
Joni kuliah hanya sampai D3 karena harus mengalah pada adiknya Franky (juga nama samaran) yang berpenampilan lebih tampan, kulit putih, lebih tinggi dan gagah yang memberi peluang kuliah sampai S1. sedangkan Joni hanya dikuliahkan sampai D3.
Walau bagaimanapun keadaan anak-anaknya demikian, tidak seharusnya ibu Nancy bertindak tidak adil dalam bidang pendidikan, harta dan sikap. Hanya karena faktor fisik yang sudah ditaqdirkan Allah SWT. Padahal “Allah SWT tidak memandang rupamu (fisik) tetapi menilai Taqwa mu” dan orangtua harus berbuat adil
Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada lagi ketidak adilan Di bidang harta pada Ibu Nancy secara sembunyi sembunyi membelikan sepeda motor kepada Franky yang masih kuliah, malah dibantu biaya menikah, melangkahi abangnya Joni yang belum menikah,
Sebaliknya Ibu Nancy menolak permintaan uang muka Sepeda Motor yang sangat dibutuhkankan Joni dalam pekerjaannya sebagai marketing, yang baru diterima bekerja tidak tetap.
Untungnya Joni bersikap sabar menghadapi kenyataan memiliki ibu yang tidak adil dalam membagi harta dan kasih sayang. Walaupun Joni terlihat stress. Kerjaan Belum Tetap, ditambah stress melihat ibunya membantu Adiknya yang juga belum kerja tetap membelikan adiknya motor dan bahkan membantu biaya adiknya menikah secara sembunyi-sembun yi dan tanpa izin Joni.
Hal tersebut jelas, sebagai contoh orangtua yang tidak adil dan seenaknya saja menyakiti perasaan anak-anaknya sendiri dengan sikap & tindakan yang tidak adil.
Padahal Pekerjaan Ibu Nancy ialah seorang mubalighah/ penceramah. Suatu tindakan yang ironis. Padahal bila Ibu Nancy bertindak adil kepada anak-anak maka tindakan adil itu sudah lebih dahsyat daripada sekedar menjadi penceramah tetapi bertindak Ironis di kehidupan nyata keluarganya sendiri.
Dan biasanya orangtua akan mengharap balasan berupa uang atau harta dari anak-anaknya di saat hari tuanya. Namun apa yang bisa diharapkan dari anak-anak yang stress akibat kecewa pada perlakuan tidak adil orang tua Durhaka…
Joni kuliah hanya sampai D3 karena harus mengalah pada adiknya Franky (juga nama samaran) yang berpenampilan lebih tampan, kulit putih, lebih tinggi dan gagah yang memberi peluang kuliah sampai S1. sedangkan Joni hanya dikuliahkan sampai D3.
Walau bagaimanapun keadaan anak-anaknya demikian, tidak seharusnya ibu Nancy bertindak tidak adil dalam bidang pendidikan, harta dan sikap. Hanya karena faktor fisik yang sudah ditaqdirkan Allah SWT. Padahal “Allah SWT tidak memandang rupamu (fisik) tetapi menilai Taqwa mu” dan orangtua harus berbuat adil
Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada lagi ketidak adilan Di bidang harta pada Ibu Nancy secara sembunyi sembunyi membelikan sepeda motor kepada Franky yang masih kuliah, malah dibantu biaya menikah, melangkahi abangnya Joni yang belum menikah,
Sebaliknya Ibu Nancy menolak permintaan uang muka Sepeda Motor yang sangat dibutuhkankan Joni dalam pekerjaannya sebagai marketing, yang baru diterima bekerja tidak tetap.
Untungnya Joni bersikap sabar menghadapi kenyataan memiliki ibu yang tidak adil dalam membagi harta dan kasih sayang. Walaupun Joni terlihat stress. Kerjaan Belum Tetap, ditambah stress melihat ibunya membantu Adiknya yang juga belum kerja tetap membelikan adiknya motor dan bahkan membantu biaya adiknya menikah secara sembunyi-sembun yi dan tanpa izin Joni.
Hal tersebut jelas, sebagai contoh orangtua yang tidak adil dan seenaknya saja menyakiti perasaan anak-anaknya sendiri dengan sikap & tindakan yang tidak adil.
Padahal Pekerjaan Ibu Nancy ialah seorang mubalighah/ penceramah. Suatu tindakan yang ironis. Padahal bila Ibu Nancy bertindak adil kepada anak-anak maka tindakan adil itu sudah lebih dahsyat daripada sekedar menjadi penceramah tetapi bertindak Ironis di kehidupan nyata keluarganya sendiri.
Dan biasanya orangtua akan mengharap balasan berupa uang atau harta dari anak-anaknya di saat hari tuanya. Namun apa yang bisa diharapkan dari anak-anak yang stress akibat kecewa pada perlakuan tidak adil orang tua Durhaka…
Tiada ulasan:
Catat Ulasan